Minggu, 13 Mei 2012

pemilihan media pembelajaran dalam geografi



A. Rasional
Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, media pembelajaran yang digunakan semakin canggih dalam proses belajar mengajar. Media merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Melalui media proses belajar mengajar bisa lebih menarik dan menyenangkan (joyfull learning), misalnya siswa yang memiliki ketertarikan terhadap warna maka dapat diberikan media dengan warna yang menarik. Begitu juga dengan siswa yang senang berkreasi selalu ingin menciptakan bentuk atau objek yang diinginkan, siswa tersebut dapat diberikan media yang sesuai, seperti plastisin, media balok bangun ruang, atau diberikan media gambar lengkap dengan cat. Dengan menggunakan media berteknologi seperti halnya komputer, sangat membantu siswa dalam belajar, seperti belajar berhitung, membaca, dan memperkaya pengetahuan.
Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada siswa. Selain itu media juga harus merangsang siswa mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik, dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.
Media pembelajaran merupakan suatu alat bantu guru dalam menyampaikan suatu informasi kepada murid. Alat bantu disini bisa berupa radio, televisi, film, OHP, dan lain-lain. Menurut Latuheru (dalam Suryadi, 2010) media pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga yaitu ”media yang bisa dipakai secara massa (radio dan televisi), dipakai dalam kelompok kecil dan besar (slide, OHP, vidio dan tape recorder), dan dipakai secara individual (komputer dan kaset recorder)”.
Peran media dalam proses belajar mengajar sangatlah penting untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang efektif dapat menumbuhkan sikap ketertarikan siswa terhadap suatu konsep. ”Media pembelajaran yang digunakan dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran” (Brown, dalam Gunawan, 2009:1). Pada awal perkembangannya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang berupa alat bantu visual. Sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), maka penggunaan media visual dilengkapi dengan audio, hingga saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Keberhasilan penggunaan media, tidak terlepas dari bagaimana media itu direncanakan dan dipilih dengan baik. Media yang dapat mengubah perilaku siswa (behaviour change) dan meningkatkan hasil belajar siswa tertentu, tidak dapat berlangsung secara spontanitas, namun diperlukan analisis yang komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Aspek-aspek tersebut diantaranya tujuan, kondisi siswa, fasilitas pendukung, waktu yang tersedia, dan kemampuan guru untuk menggunakannya dengan tepat. Semua aspek tersebut perlu dituangkan dalam sebuah perencanaan pembuatan media.
Geografi menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri didalam rumpun Ilmu Pengetahuan Sosial menjadi fenomenal, sebab mengkaji berbagai hal yang hampir mencakup keseluruhan bidang kehidupan. Sejak tahun 2007 mata pelajaran geografi masuk dalam Ujian Nasional. Pada saat pembelajaran geografi, permasalahan yang sering bermunculan bahwa ternyata media yang digunakan kurang tepat dalam kata lain hasil belajar siswa tidak meningkat, siswa tidak tertarik dengan media yang disajikan, atau siswa malah bingung dan tidak meningkat motivasi belajarnya. Permasalahan yang lain adalah guru merasa bingung untuk menentukan media apa yang harus dipilih untuk materi pembelajaran yang sudah disiapkan. Permasalahan tersebut mungkin saja sering dialami guru karena banyaknya jenis media pembelajaran atau ingin memilih media pembelajaran yang lebih efisien namun hasilnya memuaskan.
B. Permasalahan
Berdasarkan rasional yang telah dipaparkan, permasalahan yang muncul adalah masih sering guru geografi mengajar tanpa menggunakan media. Penggunaan media masih belum meningkatkan hasil belajar geografi siswa.
C. Solusi
Setiap jenis media mempunyai karakteristik atau ciri tertentu clan masingmasingnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media untuk dikembangkan clan digunakan. Pertama adalah kesesuaian dengan materi dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Oleh karena media merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi pembelajaran, dan alokasi waktu juga perlu dipertimbangkan. Selain itu bagi media tertentu yang memerlukan fasilitas pendukung, perlu dipertimbangkan apakah fasilitas itu tersedia atau tidak; dan bagi media yang harganya atau biaya pembuatannya mahal juga perlu dipertimbangkan efektifitas biaya dalam jangka waktu lama. Adakalanya, ada media yang kalaupun biayanya mahal tetapi penggunaannya dapat berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang, sebaliknya ada media yang walaupun biaya pembuatan murah, karena hanya dapat digunakan untuk sekali waktu saja, akhirnya kalau dihitung untuk jangka panjang, malah jadi lebih mahal.
Anderson (dalam Aristo, 2008) mengemukakan ”adanya dua pendekatan/ model dalam proses pemilihan media pembelajan, yaitu model pemilihan tertutup dan model pemilihan terbuka”. Pemilihan tertutup terjadi apabila alternatif media telah ditentukan dari atas (misalnya oleh Dinas Pendidikan). Model pemilihan terbuka merupakan kebalikan dari pemilihan tertutup. Artinya, guru bisa memilih jenis media apa saja yang sesuai dengan kebutuhan. Proses pemilihan media terbuka lebih luas sifatnya karena benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada. Namun proses pemilihan terbuka ini menuntut kemampuan dan keterampilan guru untuk melakukan proses pemilihan. Seorang guru kadang bisa melakukan pemilihan media dengan mengkombinasikan antara pemilihan terbuka dengan pemilihan tertutup.
Media memiliki banyak jenis dan klasifikasi. Dilihat dari kesiapan pengadaannya, Sadiman, dkk (2008:83) mengelompokkan media ke dalam dua jenis, yaitu ”media by utilization dan media by design” . Media yang sudah tersedia di lingkungan sekolah atau tersedia di pasaran, dalam hal ini media dirancang secara khusus oleh perusahaan tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku, diproduksi secara massal, dan biasanya harganya relatif murah sehingga guru dengan mudah dapat memiliki dan menggunakannya karena media ini sudah siap pakai. Jenis media seperti ini disebut dengan media by utilization. Jenis media yang kedua yaitu media by design menuntut guru atau ahli media untuk merancang media sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran tertentu.
Ada beberapa pandangan kenapa harus gunakan media atau teknologi dalam pengajaran dan pembelajaran. Heinich, et al (2010) memberi tiga rasional kenapa media digunakan dalam pembelajaran:
1. Untuk menghasilkan instruksi dan pembelajaran yang berkesan Untuk menghasilkan instruksi dan pembelajaran yang efektif
2. Instruksi harus dirancang secara sistematik menggunakan prinsip reka bentuk instruksional, teori pembelajaran dan komunikasi Instruksi harus dirancang secara sistematis menggunakan prinsip desain instruksional, teori pembelajaran dan komunikasi
3. Media boleh menyumbang dan memudahkan perkembangan intelektual Media dapat berkontribusi dan memudahkan perkembangan intelektual
Terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran menurut Heinich
and Molenda (2005, dalam Supriatna 2009) yaitu:
1. Teks.
Merupakan elemen dasar bagi menyampaikan suatu informasi yang mem-punyai berbagai jenis dan bentuk tulisan yang berupaya memberi daya tarik dalam penyampaian informasi.
2. Media Audio.
Membantu menyampaikan maklumat dengan lebih berkesan, membantu meningkatkan daya tarikan terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio termasuk suara latar, musik, atau rekaman suara dan lainnya.
3. Media Visual
Media yang dapat memberikan rangsangan-rangsangan visual seperti gambar/foto, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster, papan buletin dan lainnya.
4. Media Proyeksi Gerak.
Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV, video kaset (CD, VCD, atau DVD)
5. Benda-bendaTiruan/miniatur
Seperti benda-benda tiga dimensi yang dapat disentuh dan diraba oleh siswa. Media ini dibuat untuk mengatasi keterbatasan baik obyek maupun situasi sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
6. Manusia.
Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi tertentu.
Masing-masing jenis media tersebut memiliki kelebihan dan keterbatasannya. Kelebihan dari media yang siap pakai adalah hemat dalam waktu, tenaga dan biaya untuk pengadaannya. Sebaliknya untuk mempersiapkan media yang dirancang secara khusus untuk kebutuhan tertentu memerlukan banyak waktu, tenaga maupun biaya, karena untuk menghasilkan media media yang baik diperlukan pengujian kesahihan dan keandalannya melalui serangkaian kegiatan validasi prototipnya. Adapun kelebihan dari media ini adalah kecil kemungkinan untuk ketidak sesuaian antara media dengan kebutuhan dan tujuan yang diharapkan dibandingkan dengan media siap pakai yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan karakteristik materi serta siswa.
Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran menurut Aristo (2008), yaitu ”tujuan, sasaran didik, karateristik media pembelajaran, waktu, biaya, ketersedian, konteks penggunaan dan mutu teknis”. Sedangkan menurut Ena (dalam Supardi, 2008) media yang baik dapat dilihat dari ”biaya dan ketersedian fasilitas pendukung seperti listrik, kecocokan dengan ukuran kelas, keringkasan, kemampuan untuk dirubah, waktu dan tenaga penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan dan yang terakhir adalah kegunaan. Semakin banyak tujuan pembelajaran yang dibantu dengan sebuah media semakin baik media itu”. Siahaan (2008) mengemukakan bahwa kriteria dalam pemilihan media yaitu ”menyesuaikan media dengan materi kurikulum, ketersediaan perangkat keras untuk pemanfaatan media pembelajaran, keterjangkauan dalam pembiayaan, ketersediaan media pembelajaran di pasaran, dan kemudahan memanfaatkan media pembelajaran”. Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Sadiman (2008:84), sebagai berikut:
1. Memilih media harus berdasarkan tujuan instruksional yang ingin dicapai
2. Memilih media harus sesuai karakteristik siswa atau sasaran
3. Memilih media harus disesuaikan dengan jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio, visual, gerak, dll)
4. Memilih media harus disesuaikan dengan keadaan latar atau lingkungan
5. Memilih media harus memahami kondisi setempat, dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani.
Sedangkan Suryadi (2010:27) mengemukakan pertimbangan dalam pemilihan media meliputi:
Faktor-faktor :
1. Objektivitas
2. Program pengajaran
3. Sasaran program
4. Situasi dan kondisi
5. Kualitas teknik
6. Efektivitas dan efisiensi penggunaan
Selain itu perlu dipertimbangkan kriteria pemilihannya meliputi:
  1. Ketepatan dengan tujuan pengajaran
  2. Dukungan terhadap isi bahan pengajaran
  3. Kemudahan memperoleh media
  4. Keterampilan dalam menggunakan
  5. Ketersediaan waktu dalam penggunaannya
  6. Kesesuaian dengan tarap berpikir dan pemahaman peserta didik
Allen (dalam Sudrajat, 2008) mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini:
Tabel 1. Pemilihan Media Menurut Tujuan Belajar
Tujuan
Media Belajar
Info faktual
Pengenalan visual
Prinsik, konsep, dan aturan
Prosuder
Keterampilan
Sikap
Gambar Diam
Sedang
Tinggi
Sedang
Sedang
Rendah
Rendah
Gambar hidup
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Televisi
Sedang
Sedang
Tinggi
Sedang
Rendah
Sedang
Obyek Tiga Dimensi
Rendah
Tinggi
Rendah
Rendah
Rendah
Rendah
Rekaman Audio
Sedang
Rendah
Rendah
Sedang
Rendah
Sedang
Programmed Instruction
Sedang
Sedang
Sedang
Tinggi
Rendah
Sedang
Demonstrasi
Rendah
Sedang
Rendah
Tinggi
Sedang
Sedang
Buku teks tercetak
Sedang
Rendah
Sedang
Sedang
Rendah
Sedang
Sajian lisan
Sedang
Rendah
Sedang
Sedang
Rendah
Sedang
Pemilihan media pembelajaran yang baik dalam proses belajar mengajar dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Tujuan
Tujuan pembelajaran (TPU dan TPK ) atau kompetensi yang ingin dicapai dan merumuskan tujuan tersebut masuk kawasan kognitif, afektif , psikhomotor atau kombinasi. Jenis rangsangan indera yang ditekankan, meliputi penglihatan, pendengaran, atau kombinasi. Apabila visual, diperlukan gerakan atau cukup visual diam. Hal tersebut akan mengarahkan pada jenis media tertentu, apakah termasuk dalam media realita, audio, visual diam, visual gerak, audio visual gerak, dan seterusnya.
2) Sasaran didik
Sasaran didik meliputi karakteristik siswa, jumlah, latar belakang sosial, motivasi dan minat belajar dan sebagainya. Apabila kriteria ini diabaikan, maka media yang dipilih tidak akan banyak berguna. Hal ini dibabkan, karena pada akhirnya sasaran didik ini yang akan mengambil manfaat dari media yang dipilih. Oleh karena itu, media harus sesuai benar dengan kondisi peserta didik.
3) Karateristik media yang bersangkutan
Karateristik media meliputi kelebihan dan kelemahan. Penyesuaian media yang dipilih itu dengan tujuan yang akan dicapai.
4) Waktu
Yang dimaksud waktu di sini adalah berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengadakan atau membuat media yang dipilih, serta berapa lama waktu yang tersedia/yang dimiliki. Hal ini terkait juga dengan lama waktu yang diperlukan untuk menyajikan media tersebut dan berapa lama alokasi waktu yang tersedia dalam pembelajaran.
5) Ketersediaan
Kemudahan dalam memperoleh media juga menjadi pertimbangan. Media tersebut berada di sekitar guru, di sekolah atau di pasaran. Apabila harus membuat sendiri, faktor kemampuan, waktu tenaga dan sarana untuk membuat menjadi penentu. Serta tersedia atau tidak sarana yang diperlukan untuk menyajikannya di kelas. Misalnya, untuk menjelaskan tentang proses tejadinya gerhana matahari memang akan lebih efektif jika disajikan melalui media video. Namun karena di sekolah tidak ada aliran listrik atau tidak punya video player, maka sudah cukup bila digunakan alat peraga gerhana matahari.
6) Konteks penggunaan
Konteks penggunaan adalah dalam kondisi dan strategi bagaimana media tersebut akan digunakan. Misalnya: apakah untuk belajar individual, kelompok kecil, kelompok besar atau masal?. Dalam hal ini perlu perencanaan strategi pembelajaran secara keseluruhan yang akan digunakan dalam pembelajaran, sehingga tergambar kapan dan bagaimana konteks penggunaaan media tersebut dalam pembelajaran.
7) Mutu Teknis
Kriteria ini terutama untuk memilih/membeli media siap pakai yang telah ada, misalnya program audio, video, garafis atau media cetak lain.
8) Penyesuaian Jenis Media dengan Materi Kurikulum
Sewaktu akan memilih jenis media yang akan dikembangkan atau diadakan, maka yang perlu diperhatikan adalah jenis materi pelajaran yang mana yang terdapat di dalam kurikulum yang dinilai perlu ditunjang oleh media pembelajaran. Kemudian, dilakukan telaah tentang jenis media apa yang dinilai tepat untuk menyajikan materi pelajaran yang dikehendaki tersebut. Karena salah satu prinsip umum pemilihan/pemanfaatan media adalah bahwa tidak ada satu jenis media yang cocok atau tepat untuk menyajikan semua materi pelajaran.
9) Keterjangkauan dalam Pembiayaan
Dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan anggaran yang ada. Kalau seandainya guru harus membuat sendiri media pembelajaran, maka hendaknya dipikirkan apakah ada di antara sesama guru yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, maka perlu dijajagi berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan medianya jika harus dikontrakkan kepada orang lain. Namun sebelum dikontrakkan kepada orang lain, satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah media pembelajaran yang dibutuhkan tersebut tidak tersedia di pasaran. Seandaianya tersedia di pasaran, apakah tidak lebih cepat, mudah dan juga murah kalau langsung membelinya daripada mengkontrakkan pembuatannya?.
Pilihan lain adalah apabila kebutuhan media pembelajaran itu masih berjangka panjang sehingga masih memungkinkan untuk mengirimkan guru mengikuti pelatihan pembuatan media yang dikehendaki. Dalam kaitan ini, perlu dipertimbangkan mengenai besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengirimkan guru mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran yang dikehendaki. Selain itu, perlu juga dipikirkan apakah guru yang akan dikirimkan mengikuti pelatihan tersebut masih mempunyai waktu memadai untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan sekolah. Apakah fasilitas pemanfaatannya sudah tersedia di sekolah? Kalau belum, berapa biaya pengadaan peralatannya dalam jumlah minimal misalnya.
10) Ketersediaan Perangkat Keras untuk Pemanfaatan Media Pembelajaran
Tidak ada gunanya merancang dan mengembangkan media secanggih apapun kalau tidak didukung oleh ketersediaan peralatan pemanfaatannya di kelas. Apa artinya tersedia media pembelajaran online apabila di sekolah tidak tersedia perangkat komputer dan fasilitas koneksi ke internet yang juga didukung oleh Local Area Network (LAN).
Sebaliknya, pemilihan media pembelajaran sederhana (seperti misalnya: media kaset audio) untuk dirancang dan dikembangkan akan sangat bermanfaat karena peralatan/fasilitas pemanfaatannya tersedia di sekolah atau mudah diperoleh di masyarakat. Selain itu, sumber energi yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan pemanfaatan media sederhana juga cukup mudah yaitu hanya dengan menggunakan baterai kering. Dari segi ekspertis atau keahlian/keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan media sederhana seperti media kaset audio atau transparansi misalnya tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkannya. Tidaklah juga terlalu sulit untuk mempelajari cara-cara perancangan dan pengembangan media sederhana.
11) Kemudahan Memanfaatkan Media Pembelajaran
Aspek lain yang juga tidak kalah pentingnya untuk dipertimbangkan dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran adalah kemudahan guru atau peserta didik memanfaatkannya. Tidak akan terlalu bermanfaat apabila media pembelajaran yang dikembangkan sendiri atau yang dikontrakkan pembuatannya ternyata tidak mudah dimanfaatkan, baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Media yang dikembangkan atau dibeli tersebut hanya akan berfungsi sebagai pajangan saja di sekolah. Atau, dibutuhkan waktu yang memadai untuk melatih guru tertentu sehingga terampil untuk mengoperasikan peralatan pemanfaatan medianya.
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh: bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
D. Kesimpulan dan Saran
Dalam memilih, menyiapkan dan menggunakan media belajar, fasilitator (guru) perlu menguasai beberapa hal, yaitu: jenis media, fungsi media, dan cara kerjanya. Dalam penggunaannya, media yang dipilih perlu memperhatikan karakteristik peserta belajarnya. Bagi seorang fasilitator, penting untuk memiliki keterampilan mengembangkan jenis media yang mudah dibuat sendiri (media by design) meskipun bukannya tidak boleh menggunakan media jadi yang siap pakai (media to use).
Hal yang paling penting dalam memilih media yaitu pelajari dan kuasai materi dan tujuan pembelajarannya, kemudian pilih jenis, fungsi dan cara penggunaan media yang cocok untuk tujuan pembelajaran tersebut. Fasilitator dapat mengumpulkan media dari berbagai sumber dan memanfaatkannya untuk kegiatan pembelajaran kelompok apabila relevan atau sesuai dengan kebutuhan.
Jadi, pemilihan media itu perlu kita lakukan agar kita dapat menentukan media yang terbaik, tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik. Untuk itu, pemilihan jenis media harus dilakukan dengan prosedur yang benar, karena begitu banyak jenis media dengan berbagai kelebihan dan kelemahan masing-masing.http://hestyborneo.blogspot.com/2012/04/pemilihan-media-pembelajaran-dalam.html
   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar